Senin, 09 Februari 2015

Pengertian Garis Khatulistiwa

Pengertian Garis Khatulistiwa - Dalam geografi, garis khatulistiwa (dari bahasa Arab: خط الاستواء) atau ekuator (dari bahasa Inggris equator) adalah sebuah garis imajinasi yang digambar di tengah-tengah planet di antara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet. Garis khatulistiwa ini membagi Bumi menjadi dua bagian belahan bumi utara dan belahan bumi selatan. Garis lintang ekuator adalah 0°. Panjang garis khatulistiwa Bumi adalah sekitar 40.070 km.

Bidang orbit sebuah benda langit yang mengorbit benda langit lainnya adalah bidang geometris tempat orbit tersebut berlokasi. Bidang orbit bisa dijelaskan melalui dua parameter, yakni inklinasi (i) dan bujur node menaik (Ω). Tiga titik non-kolinear di luar angkasa bisa digunakan untuk menentukan bidang orbit.
Semua planet, komet, dan asteroid di Tata Surya berada pada orbit mengelilingi Matahari. Bidang orbit dari semua benda langit ini hampir sejalan satu sama lainnya, menghasilkan cakram semidatar yang disebut dengan bidang invariabel Tata Surya.
Menurut definisi saat ini, inklinasi pada sebuah planet di Tata Surya adalah besar sudut antara bidang orbit planet tersebut dan bidang orbit Bumi (ekliptika). Dalam kasus lain, misalnya bulan yang mengorbit planet lain, bidang orbit ditentukan dengan cara mengetahui besar sudut antara bidang orbitnya dan khatulistiwa planet.

Akibat Rotasi Bumi
Akibat perputaran bumi pada porosnya (rotasi bumi) maka akan terjadi beberapa peristiwa di bumi yaitu :
1). Terjadinya siang dan malam
Bagian bumi yang menghadap kearah matahari ketika berputar pada porosnya akan mengalami siang, sebaliknya bagian bumi yang membelakangi matahari akan mengalami malam, dan hal ini terjadi secara bergantian yaitu panjang waktu siang dan malam rata-rata 12 jam. Perbedaan waktu siang dan malam akan menjadi lebih besar pada tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa.

2). Terjadinya perbedaan waktu diberbagai tempat di muka bumi
Orang-orang yang berada disebelah timur akan mengalami matahari terbit dan terbenam lebih dahulu. Hal ini dikarenakan bumi berputar dari arah barat ke timur. Daerah yang berada pada sudut 15 derajat lebih ke timur akan melihat matahari terbit lebih dahulu selama 1 jam, maka jika di Nusa Tenggara Barat matahari telah terbit, maka kita di Jakarta baru melihat matahari terbit satun jam setelahnya. Atau jika di Nusa Tenggara Barat pukul 06.00 WITA, maka di Jakarta baru pukul 05.00 WIB.

3). Gerak semu harian bintang
Akibat rotasi bumi maka kita yang ada di bumi melihat seolah olah mataharilah yang bergerak berputar dari timur kebarat mengelilingi bumi. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah matahari tidak bergerak, tetapi bumilah bergerak berputar mengelilingi matahari dari barat ke timur. Gerak yang tidak sebenarnya ini dinamakan gerak semu harian bintang. Disebut gerak semu harian karena kita dapat mengamatinya setiap hari atau setiap saat.

Perbedaan gempa tektonik dan gempa vulkanik
Posted by yazidazhanzi on 01/09/2014 in Alam
Gempa yaitu suatu getaran atau goncangan di daratan bumi. Menurut faktor faktor penyebab terjadinya, gempa digolongkan menjadi 2, yaitu gempa vulkanik dan juga gempa tektonik      

1. Gempa tektonik
Gempa tektonik yaitu gempa yang terjadi karena aktivitas lempeng lempeng bumi. Gempa ini dapat menimbulkan tsunami. Tsunami ini adalah bencana alam yang terdahsyat yang pernah melanda provinsi Aceh, banda aceh dan juga Jepang.
2. Gempa vulkanik
Gempa vulkanik yaitu gempa yang terjadi karena aktivitas vulkanik gunung berapi, gempa vulkanik ini dapat terjadi ratusan kali pada gunung berapi. Gempa ini juga dapat menyebabkan tsunami.


Jenis-jenis gunung api berdasarkan bentuknya!
. Stratovolcano
Tersusun dari batuan hasil letusan dengan tipe letusan berubah-ubah sehingga dapat menghasilkan susunan yang berlapis-lapis dari beberapa jenis batuan, sehingga membentuk suatu kerucut besar (raksasa), kadang-kadang bentuknya tidak beraturan, karena letusan terjadi sudah beberapa ratus kali. Gunung Merapi merupakan jenis ini.

B. Perisai
Tersusun dari batuan aliran lava yang pada saat diendapkan masih cair, sehingga tidak sempat membentuk suatu kerucut yang tinggi (curam), bentuknya akan berlereng landai, dan susunannya terdiri dari batuan yang bersifat basaltik. Contoh bentuk gunung berapi ini terdapat di kepulauan Hawai.

C. Cinder Cone
Merupakan gunung berapi yang abu dan pecahan kecil batuan vulkanik menyebar di sekeliling gunung. Sebagian besar gunung jenis ini membentuk mangkuk di puncaknya. Jarang yang tingginya di atas 500 meter dari tanah di sekitarnya.

D. Kaldera
Gunung berapi jenis ini terbentuk dari ledakan yang sangat kuat yang melempar ujung atas gunung sehingga membentuk cekungan. Gunung Bromo merupakan jenis ini.


 http://fikux.blogspot.com/




Tidak ada komentar:

Posting Komentar