BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Berdasarkan
kenyataan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dapat dikatakan bahwa
lingkungan merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan organism
dalam melangsungkan kehidupanya. Dengan kata lain lingkungan hidup merupakan
komponen yang berada disekitar individu yang mempengaruhi kehidupan dan
perkembangan individu yang bersangkutan. Oleh karena itu lingkungan hidup
berperan penting dalam kehidupan manusia dimuka bumi. Akhir-akhir ini terjadi
banyak kerusakan lingkungan hidup yang sebagian besar disebabkan oleh tingkah
laku manusia itu sendiri. Manusia tanpa berfikir panjang melakukan kegiatan
yang pada akhirnya merusak kelestarian lingkungan. Ada berbagi bentuk kerusakan
di muka bumi ini, Kesadaran manusia sangat diperlukan, hubungan antara manusia
dengan lingkungan harus terjaga dengan baik agar kelestarian lingkungan hidup
tetap dapat seimbang.
Untuk dapat memahami lebih jauh
tentang berbagai macam kerusakan lingkungan dan beberapa faktir penyebabnya
maka pada makalah ini akan dijelaskan ulasan mengenai kerusakan lingkungan dan
factor penyebabnya.
B.
Tujuan
Makalah ini bertujuan agar
siswa-siswi kelas XI mengetahui dan lebih memahami mengenai lingkungan hidup
khusunya mengenai kerusakan lingkungan dan faktor penyebabnya.
C.
Rumusan Masalah
1. Ada berapa jenis kerusakan
lingkungan hidup berdasarkan penyebabnya? , Sebutkan!
2. Sebutkan dan jelaskan bentuk-bentuk
kerusakan lingkungan hidup?
3. Apa saja factor yang menyebabkan
timbulnya kerusakan lingkungan hidup?
D.
Manfaat
1. Siswa dapat mengetahui bentuk-bentuk
kerusakan lingkungan dan factor penyebabnya
2. Dapat lebih mencintai dan
melestarikan lingkungan hidup
3. Dapat Membantu pelestarian
lingkungan
4. Dapat membantu antar sesama korban
dari kerusakn lingkungan.
BAB II
LINGKUNGAN HIDUP BERKAITAN DENGAN
PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
A.
Pengertian lingkungan Hidup
Lingkungan hidup (biasa disebut lingkungan saja) merupakan ruang dengan segala
isinya yang mempengaruhi kehidupan dan kesejahteraan manusia. Manusia secara
langsung mampu mengubah lingkungan hidup sesuai keinginan mereka dengan akal
yang dimiliki. Namun lingkungan juga dapat berpengaruh langsung bagi manusia
yang bersangkutan.
Manusia
hidup di bumi tidak sendirian, melainkan bersama makhluk hidup lain yaitu hewan
dan tumbuhan dimana antara manusia dan makhluk hidup lain memiliki kaitan yang
erat. Hidup manusia terkait erat dengan mereka. Selain makhluk hidup, di
sekeliling kita juga terdapat benda mati, seperti tanah, air, udara, dan
sebagainya yang menjadi tumpuan hidup kita semua. Lingkungan hidup adalah
kesuluruhan unsure atau komponen yang berada di sekitar individu yang
mempengaruhi kehidupan dan perkembangan individu yang bersangkutan.
B.
Unsur-unsur Lingkungan Hidup
1. Unsur Abiotik (fisik)
Unsure
yang terdapat dalam lingkungan fisik antara lain tanah, air, udara, Klembapan,
sinar matahri, dan senyawa kimia. Dan berfungsi sebagai media berlangsungnya
kehidupan.
2. Unsur Bioik (Hayati)
Unsur
hayati dalam lingkungan hidup terdiri dari semua makhluk hidup yang ada dibumi.
3. Unsur Budaya
Merupakan
abstraksi yang berwujud nilai, norma, gagasan, dan konsep dalam memahami dan
menginterpretasikan lingkungan.
C.
Manfaat Lingkungan hidup Bagi
Kehidupan
Beberapa
manfaat lingkungan bagi manusia antara lain :
1. Tempat berpijak dan beraktifitas
2. Tanah digunakan sebagai lahan
pertanian
3. Komponen hewan sebagai sumber
makanan bagi manusia
4. Jasad renik berperan penting dalam
penguraian sisa jasad hidup yang telah mati
5. Air merupakan kebutuhan penting bagi
manusia.
D.
Hakikat Pembangunan di Indonesia
Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan
yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui pemanfaatan sumber
daya alam yang harus dilandasi wawasan lingkungan. Agar keberadaan lingkungan
hidup tetap terjaga.
Hakikat
atau pokok-pokok arahan kebijaksanaan di bidang suber alam dan lingkungan hidup
dalam pembangunan berwawasan lingkungan sebagai berikut :
1. Investarisasi SDA
2. Pemanfaatan teknologi yang memadai
3. Menilai dampak terhadap lingkungan
4. Rehabilitasi SDA
5. Pendayagunaan wilayah dengan tidak
merusak lingkungan hidup.
E.
Upaya-Upaya Pokok Pembangunan di
Indonesia
Berikut
ini upaya pemerintah meratakan pembangunan :
1. Stabilitas Nasional
2. Pertumbuhan di bidang ekonomi
3. Pemerataan pendapatan
4. Pembangunan pertanian sebagai
landasan pembangunan Nasional
F.
Pembangunan Berwawasan Lingkungan
dan Pembangunan Berkelanjutan
Adalah pembangunan yang mengoptimalkan
manfaat sumber daya alam dan manusia dengan cara menyerasikan aktivitas manusia
dengan kemampuan sumber daya alam untuk menopangnya.
Sumber daya yang mendukung pembangunan :
a) Sumber daya alam : air, tanah,
udara, hutan, hewan
b) Sumber daya manusia
c) Ilmu pengetahuan dan teknologi
Ciri-ciri Pembangunan Berkelanjutan :
a) Dilakukan dengan perencanaan yang
matang
b) Memerhatikan daya dukung lingkungan
c) Meminimalisasi dampak pencemaran
d) Melibatkan pertisipasi warga
BAB III
PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM
KAITANNYA DENGAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
A.
Kualitas Lingkungan Hidup
Kualitas
lingkungan hidup dapat dibedakan berdsarkan karakteristik , antara lain :
1. Lingkungan Biosfik (komponen biotik
dan abiotik)
2. Lingkungan Sosial ekonomi (hubungan
dengan sesama)
3. Lingkungan Budaya (segala materi
atau non materi yang dihasilkan oleh aktivitas manusia)
B.
Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan
Hidup dan Faktor Penyebabnya
1.
Kerusakan
Lingkungan Akibat Proses Alam
Kerusakan
lingkungan hidup oleh alam terjadi karena adanya gejala atau peristiwa alam
yang terjadi secara hebat sehingga memengaruhi keseimbangan lingkungan hidup.
Peristiwa-peristiwa alam yang dapat memengaruhi kerusakan lingkungan, antara
lain meliputi hal-hal berikut ini.
a.
Letusan
Gunung Api
Letusan
gunung api dapat menyemburkan lava, lahar, material-material padat berbagai
bentuk dan ukuran, uap panas, serta debu-debu vulkanis. Selain itu, letusan
gunung api selalu disertai dengan adanya gempa bumi lokal yang disebut dengan
gempa vulkanik. Aliran lava dan uap panas dapat mematikan semua bentuk
kehidupan yang dilaluinya, sedangkan aliran lahar dingin dapat menghanyutkan
lapisan permukaan tanah dan menimbulkan longsor lahan. Uap belerang yang keluar
dari pori-pori tanah dapat mencemari tanah dan air karena dapat meningkatkan
kadar asam air dan tanah. Debu-debu vulkanis sangat berbahaya bila terhirup
oleh makhluk hidup (khususnya manusia dan hewan), hal ini dikarenakan debu-debu
vulkanis mengandung kadar silika (Si) yang sangat tinggi, sedangkan debu-debu
vulkanis yang menempel di dedaunan tidak dapat hilang dengan sendirinya. Hal
ini menyebabkan tumbuhan tidak bisa melakukan fotosintesis sehingga lambat laun
akan mati. Dampak letusan gunung memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dapat
kembali normal. Lama tidaknya waktu untuk kembali ke kondisi
normal tergantung pada kekuatan ledakan dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Akan tetapi, setelah kembali ke kondisi normal, maka daerah tersebut akan
menjadi daerah yang subur karena mengalami proses peremajaan tanah.
b.
Gempa
Bumi
Gempa
bumi adalah getaran yang ditimbulkan karena adanya gerakan endogen. Semakin
besar kekuatan gempa, maka akan menimbulkan kerusakan yang semakin parah
di muka bumi. Gempa bumi menyebabkan bangunan-bangunan retak atau hancur,
struktur batuan rusak, aliran-aliran sungai bawah tanah terputus, jaringan pipa
dan saluran bawah tanah rusak, dan sebagainya. Jika kekuatan gempa bumi melanda
lautan, maka akan menimbulkan tsunami, yaitu arus gelombang pasang air laut
yang menghempas daratan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Masih ingatkah
kalian dengan peristiwa tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam di penghujung tahun
2004 yang lalu? Contoh peristiwa gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia
antara lain gempa bumi yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004 di Nanggroe
Aceh Darussalam dengan kekuatan 9,0 skala richter. Peristiwa tersebut merupakan
gempa paling dasyat yang menelan korban diperkirakan lebih dari 100.000 jiwa.
Gempa bumi juga pernah melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah pada bulan Mei 2006
dengan kekuatan 5,9 skala richter.
c.
Banjir
Banjir
merupakan salah satu bentuk fenomena alam yang unik. Dikatakan unik karena
banjir dapat terjadi karena murni gejala alam dan dapat juga karena dampak dari
ulah manusia sendiri. Banjir dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi
alam memang memengaruhi terjadinya banjir, misalnya hujan yang turun terus
menerus, terjadi di daerah basin, dataran rendah, atau di lembah-lembah sungai.
Selain itu, banjir dapat juga disebabkan karena ulah manusia, misalnya karena
penggundulan hutan di kawasan resapan, timbunan sampah yang menyumbat aliran
air, ataupun karena rusaknya dam atau pintu pengendali aliran air. Kerugian
yang ditimbulkan akibat banjir, antara lain, hilangnya lapisan permukaan tanah
yang subur karena tererosi aliran air, rusaknya tanaman, dan rusaknya berbagai
bangunan hasil budidaya manusia. Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam
yang hampir setiap musim penghujan melanda di beberapa wilayah di Indonesia.
Contoh daerah di Indonesia yang sering dilanda banjir adalah Jakarta. Selain
itu beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal tahun 2008 juga
dilanda banjir akibat meluapnya DAS Bengawan Solo.
d.
Tanah
anah Longsor
Karakteristik tanah longsor hampir
sama dengan karakteristik banjir. Bencana alam ini dapat terjadi karena proses
alam ataupun karena dampak kecerobohan manusia. Bencana alam ini dapat merusak
struktur tanah, merusak lahan pertanian, pemukiman, sarana dan prasarana
penduduk serta berbagai bangunan lainnya. Peristiwa tanah longsor pada umumnya
melanda beberapa wilayah Indonesia yang memiliki topografi agak miring atau
berlereng curam. Sebagai contoh, peristiwa tanah longsor pernah melanda daerah
Karanganyar (Jawa Tengah) pada bulan Desember 2007
e.
Badai/Angin Topan
Angin
topan terjadi karena perbedaan tekanan udara yang sangat mencolok di suatu
daerah sehingga menyebabkan angin bertiup lebih kencang. Di beberapa belahan
dunia, bahkan sering terjadi pusaran angin. Bencana alam ini pada umumnya
merusakkan berbagai tumbuhan, memorakporandakan berbagai bangunan, sarana
infrastruktur dan dapat membahayakan penerbangan. Badai atau angin topan sering
melanda beberapa daerah tropis di dunia termasuk Indonesia. Beberapa daerah di
Indonesia pernah dilanda gejala alam ini. Salah satu contoh adalah angin topan
yang melanda beberapa daerah di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
f.
Kemarau
Panjang
Bencana alam ini merupakan kebalikan
dari bencana banjir. Bencana ini terjadi karena adanya penyimpangan iklim yang
terjadi di suatu daerah sehingga musim kemarau terjadi lebih lama dari
biasanya. Bencana ini menimbulkan berbagai kerugian, seperti mengeringnya
sungai dan sumber-sumber air, munculnya titik-titik api penyebab kebakaran hutan,
dan menggagalkan berbagai upaya pertanian yang diusahakan penduduk.
2.
Kerusakan
Lingkungan Hidup karena Aktivitas Manusia
Dalam
memanfaatkan alam, manusia terkadang tidak memerhatikan dampak yang akan
ditimbulkan. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang dipengaruhi oleh
aktivitas manusia, antara lain, meliputi hal-hal berikut ini.
a.
Pencemaran
Lingkungan
Pencemaran disebut juga dengan
polusi, terjadi karena masuknya bahan-bahan pencemar (polutan) yang dapat
mengganggu keseimbangan lingkungan. Bahan-bahan pencemar tersebut pada umumnya
merupakan efek samping dari aktivitas manusia dalam pembangunan. Berdasarkan
jenisnya, pencemaran dapat dibagi menjadi empat, yaitu pencemaran udara,
pencemaran tanah, pencemaran air, dan pencemaran suara. Pencemaran udara yang
ditimbulkan oleh ulah manusia antara lain, disebabkan oleh asap sisa hasil
pembakaran, khususnya bahan bakar fosil (minyak dan batu bara) yang ditimbulkan
oleh kendaraan bermotor, mesin-mesin pabrik, dan mesin-mesin pesawat terbang
atau roket. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran udara, antara lain,
berkurangnya kadar oksigen (O2) di udara, menipisnya lapisan ozon (O3), dan
bila bersenyawa dengan air hujan akan menimbulkan hujan asam yang dapat merusak
dan mencemari air, tanah, atau tumbuhan. Pencemaran tanah disebabkan karena
sampah plastik ataupun sampah anorganik lain yang tidak dapat diuraikan di
dalam tanah. Pencemaran tanah juga dapat disebabkan oleh penggunaan pupuk atau
obat-obatan kimia yang digunakan secara berlebihan dalam pertanian, sehingga
tanah kelebihan zat-zat tertentu yang justru dapat menjadi racun bagi tanaman.
Dampak rusaknya ekosistem tanah adalah semakin berkurangnya tingkat kesuburan
tanah sehingga lambat laun tanah tersebut akan menjadi tanah kritis yang tidak
dapat diolah atau dimanfaatkan.
Pencemaran air terjadi karena
masuknya zat-zat polutan yang tidak dapat diuraikan dalam air, seperti
deterjen, pestisida, minyak, dan berbagai bahan kimia lainnya, selain itu,
tersumbatnya aliran sungai oleh tumpukan sampah juga dapat menimbulkan polusi
atau pencemaran. Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air adalah rusaknya
ekosistem perairan, seperti sungai, danau atau waduk, tercemarnya air tanah,
air permukaan, dan air laut. Pencemaran suara adalah tingkat kebisingan yang sangat
mengganggu kehidupan manusia, yaitu suara yang memiliki kekuatan > 80
desibel. Pencemaran suara dapat ditimbulkan dari suara kendaraan bermotor,
mesin kereta api, mesin jet pesawat, mesin-mesin pabrik, dan instrumen musik.
Dampak pencemaran suara menimbulkan efek psikologis dan kesehatan bagi manusia,
antara lain, meningkatkan detak jantung, penurunan pendengaran karena
kebisingan (noise induced hearing damaged), susah tidur, meningkatkan tekanan
darah, dan dapat menimbulkan stres.
b.
Degradasi
Lahan
Degradasi
lahan adalah proses berkurangnya daya dukung lahan terhadap kehidupan.
Degradasi lahan merupakan bentuk kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan
lingkungan oleh manusia yang tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan. Bentuk
degradasi lahan, misalnya lahan kritis, kerusakan ekosistem laut, dan kerusakan
hutan.
1) Lahan kritis dapat terjadi karena
praktik ladang berpindah ataupun karena eksploitasi penambangan yang
besar-besaran.
2) Rusaknya ekosistem laut terjadi
karena bentuk eksploitasi hasil-hasil laut secara besar-besaran, misalnya
menangkap ikan dengan menggunakan jala pukat, penggunaan bom, atau menggunakan
racun untuk menangkap ikan atau terumbu karang. Rusaknya terumbu karang berarti
rusaknya habitat ikan, sehingga kekayaan ikan dan hewan laut lain di suatu
daerah dapat berkurang.
3) Kerusakan hutan pada umumnya terjadi
karena ulah manusia, antara lain, karena penebangan pohon secara besar-besaran,
kebakaran hutan, dan praktik peladangan berpindah. Kerugian yang ditimbulkan
dari kerusakan hutan, misalnya punahnya habitat hewan dan tumbuhan, keringnya
mata air, serta dapat menimbulkan bahaya banjir dan tanah longsor.
FAKTOR
PENYEBAB KERUSAKAN LINGKUNGAN
Ada beberapa faktor penyebab
kerusakan lingkungan, antara lain
a) pertambahan penduduk yang pesat,
sehingga telah menyebabkan tekanan yang sangat berat terhadap pemanfaatan
keanekaragaman hayati. Misalnya, timbulnya eksploitasi terhadap sumberdaya alam
hayati yang berlebihan,
b) perkembangan teknologi yang pesat,
sehingga kemampuan orang untuk mengeksploitasi
keanekaragaman hayati secara berlebihan semakin mudah dilakukan,
keanekaragaman hayati secara berlebihan semakin mudah dilakukan,
c) makin meningkatnya penduduk lokal
terlibat dalam ekonomi pasar kapitalis, sehingga menyebabkan eksploitasi
keanekaragaman hayati secara berlebihan,
d) kebijakan dan pengelolaan
keanekaragaman hayati yang sangat sentralistik dan bersifat kapitalis dan tidak
tepat guna, dan
e) berubahnya sistem nilai budaya
masyarakat dalam memperlakukan keanekaragaman hayati sekitarnya.
Misalnya,
punahnya sifat-sifat kearifan penduduk local terhadap lingkungan hidup
sekitarnya. Oleh karena itu, pengelolaan keanekaragaman hayati yang holistik,
berkelanjutan dan berkeadilan sosial bagi segenap warga masyarakat, sungguh
diperlukan untuk mempertahankan kelestarian keanekaragaman hayati.
C.
Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup
Usaha-usaha
pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab kita sebagai manusia.
Dalam hal ini, usaha pelestarian lingkungan hidup tidak hanya merupakan
tanggung jawab pemerintah saja, melainkan tanggung jawab bersama antara
pemerintah dengan masyarakat. Pada pelaksanaannya, pemerintah telah
mengeluarkan beberapa kebijakan yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi
aparat pemerintah dan masyarakat dalam bertindak untuk melestarikan lingkungan
hidup.
1.
Upaya Yang dilakukan Pemerintah:
1) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1982
tentang Ketentuan- Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
2) Surat Keputusan Menteri
Perindustrian Nomor 148/11/SK/4/1985 tentang Pengamanan Bahan
Beracun
dan Berbahaya di Perusahaan Industri.
3) Peraturan Pemerintah (PP) Indonesia
Nomor 29 Tahun 1986 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
4) Pembentukan Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup pada tahun 1991.
2.
Upaya yang dilakukan oleh masyarakat
bersama pemerintah:
1) Pelestarian tanah(tanah datar/tanah
miring)
2) Pelestarian udara
3) Pelestarian hutan
4) Pelestarian laut dan Pantai
5) Pelestarian Flora dan fauna
D.
Pembangunan Berkelanjutan
Pembangunan
adalah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup secara bertahap dengan
memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara bijaksana.
Ciri-ciri
Pembangunan berwawasan lingkungan:
a. Menjamin pemerataan dan keadilan
b. Menghargai keanekaragaman hayati
c. Menggunakana pendekatan integritif
d. Menggunakan jangka panjang
E.
Analisi Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL)
AMDAL
adalah telaah secara cermat dan mendalam tentang dampak pentingnya suatu
lingkungan yang direncanakan. AMDAL dilakukan karena :
a. Dilakukan untuk proyek yang akan
dibangun karena undang-undang pemerintah menghendaki demikian
b. Agar kualitas lingkungan tidak rusak
karena proyek pembangunan
·
Yang
bertanggung jawab melaksanakn AMDAL adalah pemilik proyek atau dapat
menyerahkan pelaksanaan kepada konsultan swasta atau pihak lain atas dasar
pemerintah
·
Peran
AMDAL dalam pengelolaan lingkungan adalah sebagai pendugaan dampak lingkungan
yang akan terjadi akibat pelaksanaan proyek pembangunan yang akan dilakukan.
·
Peran
AMDAL bagi pengambi keputusan adalah menghindarkan akibat-akibat yang merugikan
dan tidak diinginkan, yaitu terjadinya dampak negative dari proyek pembangunan
pada lingkungan hidup.
·
Kegunaan
AMDAL bagi berbagai pihak :
1.
Kegunaan
bagi pemerintah
2.
Kegunaan
bagi Pemilik proyek
3.
Kegunaan
bagi Pemilik modal
4.
Kegunaan
bagi Masyarakat
5.
Kegunaan
lainnya.
F.
Identifikasi Wilayah Yang
Dikonservasi
Konserfasi
adalah Upaya Pelestarian Lingkungan, dengan tetap mempertahankankeberadaan
setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan.
Tujuan
dari kegiatan Konservasi antara lain :
a. Melindungi dan memilihara tempat
yang berharga
b. Penggunaan kembali bangunan lama
agar tidak terlantar
c. Melindungi benda-benda cagar budaya
d. Melindungi benda-benda peninggalan
sejarah dan purbakala.
Fungsi
daerah Konservasi antara lain :
1. Cagar alam (tumbuhan)
2. Suaka margasatwa (hewan)
Hal-hal
yang perlu dikonserfasi dengan baik :
a. Pengawetan jenis hewan dan tumbuhan
b. Pemanfaatan secara lestari
c. Pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar
d. Pelestarian kekayaan alam.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
penyebabnya ada 2 jenis kerusakan alam yaitu kerusakan akibat proses alam dan
akibat aktivitas manusia. Kerusakan karena proses alam yaitu gempa bumi,
banjir, tanah longsor, badai, kemarau panjang, Sedangkan kerusakan akibat
aktivitas manusia yaitu pencemaran lingkungan dan degradasi lahan. Beberapa
factor penybab kerusakan lingkungan antara lain pertambahan penduduk yang
pesat, perkembangan teknologi yang pesat, makin meningkatnya penduduk lokal
terlibat dalam ekonomi pasar kapitalis, kebijakan dan pengelolaan
keanekaragaman hayati yang sangat sentralistik dan bersifat kapitalis,
berubahnya sistem nilai budaya masyarakat dalam memperlakukan keanekaragaman
hayati sekitarnya.
B.
Saran
Makhluk
hidup harus dapat melerasikan lingkungan hidup agar lingkungan hidup tetap
lestari dan terjaga. Sehingga organisme di muka bumi dapat hidup dengan baik
begitu pula dengan manusia. Agar tidak timbul kerusakan lingkungan maka perlu
mengetahui factor penyebabnya sehingga dapt melakukan penj\cegahanya dengan
baik dan bijaksana.
DAFTAR PUSTAKA
Indra Maulana.
2011. Buku Kerja Siswa. Surakarta. Suara Media Sejahtera
Wardiyatmoko.
2006. Geografi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta. Erlangga
http://blogkujira.blogspot.com/
http://goarinda.blogspot.com/
http://myblogkujira.blogspot.com/
http://fikux.blogspot.com/
http://stentangkita.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar